Sehari naik angkutan

Dua hari yang lalu saya memutuskan untuk berangkat bekerja menggunakan bis atau angkutan umum. Setelah sebelumnya saya sakit, dan malas untuk menggunakan motor. Karena buat saya naik motor = sebuah pekerjaan yang menyiksa pantat, harus 2 jam duduk diatas motor, lalu pulang juga melakukan hal yang sama. Jadi total 4 jam dalam sehari harus saya sisakan untuk duduk diatas bangku motor hehe..lumayan kan?

 

Oia, saya lanjutkan, karena badan saya waktu itu (rabu/5des07) masih belum benar benar total pulih maka saya harus berangkat pukul setengah 6 pagi atau jam 5.30. Saya pikir tidak ada hambatan selama perjalanan saya berangkat ke kantor. Tetapi justru pada saat pulang inilah ada 3 hal yang menurut saya aneh. Kenapa aneh? Entahlah saya sendiri tidak mau terlalu pusing memikirkannya.

Yang pertama, ketika perjalanan dari terminal Blok-M menuju bintaro, saya naik bus metro mini 71. Bus yang saya tumpangi sepertinya sedang dalam keadaan sepi penumpang atau istilahnya sedang tidak ada ‘sewa’. Nah dari awal seperti saya sudah merasa bahwa sopir metro mini yang saya tumpangi ini emang rada2 nyeleneh, doyan ngebut. Tapi yasudahlah saya maklumi karena memang sudah biasa sopir metromini terkenal doyan ngebut dan salip kiri salip kanan. Namun sepertinya ditengah perjalanan si sopir metromini yang saya tumpangi ini merasa punya saingan, yaitu metromini yang ada didepannya yang jumlah sewanya lebih banyak. Didaerah percabangan ke Gandaria dan Kebayoran lama. Mungkin merasa nggak dapet sewa disepanjang jalan, karena calon penumpangnya metromoni yang saya tumpangi ini diambil oleh metromini didepannya, lantas si sopir metromini yang saya tumpangi secepat kilat menginjak pedal gasnya keras-keras hingga seluruh penumpang dalam metromini yang saya tumpangi kaget. Dan sekonyong-konyong metromini yang saya tumpangi hendak menyalip metromini didepannya, yang sudah lebih banyak dapat penumpang. Jadi seolah-olah metromini yang saya tumpangi sedang berbalapan dengan metromini rivalnya yang berada di depan. Saya merasa kejadian ini seperti di film saja, mungkin bagi anda yang pernah nonton film 2Fast 2Furious, nah ini versi metromininya hahahahha….seru bo! :)

Tetapi mungkin karena emosi yang terlalu membuncah dan tidak tersalurkan (karena belum bisa membalap metromini rivalnya yang berada di depan) entah setan dari mana datang membisiki, akhirnya keluar juga emosi si sopir metromini yang saya tumpangi. Sekonyong-konyong metromini yang saya tumpangi dengan sengaja menabrak pintu kanan sopir metromini rivalnya hingga kacanya pecah berhamburan. Karuan saja semua penumpang, baik yang berada di metromini yang saya tumpangi maupun metromini yang satunya menjadi kaget, apalagi yang duduk disebelah sopir metromini yang saya tumpangi, sepasang muda-mudi yang sedang bermesraan. Sampai si cewe (wanita) memelukk kuat-kuat si cowo. Dan si cowo hanya mengelus-elus kepala si cewe. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk turun dan keluar dari metromini yang saya tumpangi. Dengan latar belakang (background) suara sopir metromini yang saya tumpangi marah kepada si metromini yang daritadi berada di depannya. Entah bahasa apa yang mereka pergunakan tapi banyak nama binatang disebut-sebut, mungkin piaraan mereka kali ya..hehe..

Huh…Sempat kesal juga saya sebenarnya, ingin istirahat karena capek pulang kantor, eh harus ketemu masalah yang seperti ini. Hal ini dulu sering terjadi pada saat awal-awal saya bekerja, dimana saya belum memutuskan untuk naik motor. Akhir cerita, akhirnya kami (penumpang metromini yang saya tumpangi) disuruh pindah ke metromini yang ditabrak pintunya tadi oleh sopir metromini yang saya tumpangi. Mungkin karena kesal. Jadi kami juga yang kena getahnya. Sedangkan metromini yang tadi saya tumpangi putar arah kembali ke terminal Blok-M, mungkin mau mencari penumpang lagi dari nol. Dasar nggak sportif. Yang lebih menyebalkan, di metromini sebelumnya saya dapat tempat duduk, tetapi di metromini yang ditabrak ini saya harus berdiri karena kursi penuh. Nasiib.

Beginilah mental bangsa kita yang sedikit-sedikit aja sudah pakai emosi, mending kalau emosinya tidak merugikan orang lain, bisa disalurkan lewat menyanyi atau makan sebanyak-banyaknya atau apalah yang penting tidak merugikan orang lain. Kalau seperti ini, siapa coba yang rugi? Bersaing sebenarnya adalah suatu hal yang wajar, tapi menjadi tidak wajar jika cara2 yang digunakan bermental tempe seperti ini. Huh..Benar2 pengalaman yang menyebalkan. :(

Yang Kedua, masih dimetromini yang sama. Ketika saya sudah dapat tempat duduk (kebetulan saya dapat duduk dibelakang), di depan saya berdiri seorang pemuda yang sedang bergelayutan pada handrail pegangan tangan untuk penumpang yang berdiri. Dia bergelayutan seolah-olah tidak orang disamping kiri kanannya yang melihat, alias cuek. Dengan santainya dia menggunakan pegangan tangan yang ditempel diatap bis itu bagaikan alat fitnes. Angkat badan, lalu turunkan, angkat lagi lalu turunkan lagi, begitu seterusnya hingga kira2 10 kali. Gila nih orang, dalam hati saya. Ngapain dia kayak gitu. Fitnes kok didalam bis?? Nggak malu apa? Tapi entahlah memang dasar saya yang kampungan atau saya yang belum tau kalau memang pegangan bis itu bisa buat alternatif pengganti alat fitnes?? Macam2 saja.. saya cuma geleng2 kepala..

%^&%$%#$#@

Yang Ketiga, masih di bis yang sama juga (duh stress ya, pulang aja nemuin hal2 yang aneh..) tepat disamping saya duduk seorang pemuda atau pemudi, saya ngga tau dan ngga bisa membedakan. Ini laki-laki atau perempuan sih? Dari model baju dan mukanya laki-laki, tapi dari bentuk muka dan gesturenya sepertinya perempuan. Tadinya saya ngga mau tau hal2 seperti ini, tapi lama2 orang yang duduk disamping saya ini bikin penasaran juga. Penampilannya dia menggunakan jaket adidas berwarna hijau, dengan celana jins ketat yang seperti perempuan, sedangkan rambutnya model beatles yang nggak jelas, tangannya panjang-panjang, tasnya? Tas cowo bukan, tas cewe juga bukan, sepatunya sepatu cewe tapi diinjak dibagian belakang. Muka? Ngga jelas…bentuk muka laki-laki atau wanita, dua-duanya masuk. Biasanya ada satu yang bisa membedakan apakah dia laki atau perempuan. Yaitu buah dada. Nah ini buah dadanya rata. Kumis ngga ada, jenggot apalagi, jambang nggak keliatan. Jakun juga ngga ada. Benar2 aneh. Dari sejak saya duduk sampai saya turun dari metromini saya benar-benar ngga bisa menebak jenis kelamin orang yang duduk disamping saya.

Selepas saya turun dari angkot, dan jalan menuju rumah, saya jadi termenung, terlalu banyak hal2 yang aneh dalam dunia ini. Kadang ada yang lucu, aneh, membuat kesal, membingungkan. Dan lain-lain. Tapi sebenarnya jika bisa kita terima dengan lapang dada, kita bisa jadi lebih ikhlas. Lho? Ngomong apa sih? Nggak ada hubungannya, hehe…nggak tau, nggak jelas.

Akhirnya saya sampai rumah dengan selamat. Alhamdulillah. Mummy i’m home :)

1 Comment

  1. Gila beng.. itu yg orang fitness di bus lucu bgt… hahaha.. parah bgt ya tu orang.. emang sih kadang2 kelakuan orang di bus lucu2 yaa.. tapi gw blm pernah tuhh liat orang fitness…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s