Lupa berakibat tidak teliti

Setiap kali saya melakukan suatu perbuatan, seringkali ketelitian menjadi terleatkan buat saya. Kenapa? Entah. Yang pasti kadang saya selalu melakukan tindakan yang sebenarnya saya sendiri sudah tahu, tetapi hanya karena saya tidak mengecek ulang statement, atau penyataan atau apapun yang saya tulis/ungkapkan, kadang jadi bumerang sendiri buat saya. Entah mengapa, saya menjadi seperti orang bodoh yang melakukan hal/kesalahan yang sama.

Mungkin ada pautannya dengan sifat saya yang mudah lupa dan melupakan sesuatu, kalau yang dilupakan adalah hal2 yang buruk atau trauma masa lalu mungkin tidak menjadi masalah. Tetapi yang sering saya lupakan biasanya adalah pengetahuan baru sama sekali buat saya. Dan kadang saya sudah lupa begitu saja, padahal baru semenit lalu saya mendengar atau melihat atau merasakan. Kalau sudah begini bisa parah nantinya. Apalagi kalau mejelang ujian. Wah-wah..sepertinya memang saya harus melatih pikiran saya supaya tidak mudah pikun seperti ini.

Saya sendiri tidak tertarik menkonsumsi obat2an yang menawarkan daya ingat luar biasa seperti di TV. Karena biasanya obat seperti itu mempunyai Efek Samping (atau saya terlalu berlebihan mengecap seperti ini?). Dan lagi yang sudah pasti harus merogoh kocek lebih dalam lagi, yang artinya alokasi dana harus ditambah lagi.

Kelupaan saya ini, melahirkan kekurang telitian saya. That’s it. Banyak orang yang bilang mungkin saya memang kurang berolah raga, sepertinya memang begitu. Karena saya bekerja berangkat pagi pukul 6.00 dari rumah, kembali lagi sampai rumah sudah pukul 20.00 atau pukul 21.00. Setelah itu yang biasa saya lakukan paling2, mandi, makan, lalu serta merta otomatis mata menjadi lelah dan ngantuk. Kalau sudah begitu tidak ada pilihan lain selain pergi ke tempat tidur. Zzz.

Senin sampai Jumat adalah rutinitas. Sabtu dan Minggu kebanyakan hanya saya habiskan waktu dirumah kumpul dengan keluarga. Jadi kapan olahraganya? Nah itu dia, mungkin enak juga kali ya, olah raga hari Sabtu, keliling bunderan Sektor 7 dekat bank Permata. Hehe. Yang pasti rasa malas biasanya lebih banyak menhantui dibanding rasa ingin sehat.

Does anyone know, how to solve my problem?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s