Kan gue yang telepon lo..

Entah kenapa setiap kali ada kawan atau relasi yang berbicara seperti judul diatas, saya merasa ini orang kok egois banget ya. So what gitu loh, kalau lo yang telepon?

Jadi begini, kadang saya mendapat telepon dari teman saya, tetapi sering kali waktunya sedang tidak tepat saat saya menerima telepon darinya. Masalahnya teman saya ini mengajak saya untuk menemaninya mengobrol, sedangkan saya sedang tidak bisa, entah itu karena saya sedang mengerjakan sesuatu yang urgent, atau sedang ada atasan atau sedang tidak bisa diganggu. Lalu jika saya bilang, “Udahan dulu ya, gue lagi ada bos gue nih”. Lalu serta merta dia pasti membalas dengan nada kesal. “Kan gue yang telepon lo!!”.

Wah kalo udah seperti ini saya biasanya sudah malas meladeni setiap ucapannya. Entah itu obrolan menarik, atau tidak menarik. Whatever. I don’t care.

Ya. Saya memang orang yang paling tidak suka urusan atau kerjaan saya jadi terganggu gara2 telepon dari orang yang seperti ini. Menurut saya hal ini adalah pemaksaan kehendak. Kenapa? Karena bagaimanapun biasanya si pembicara mau kita mendengar semua yang dia katakan di telepon, tak peduli kita dalam kondisi apa karena merasa dialah yang menelpon, dan kita si pendengar mau tidak mau ya mengikuti mereka.

Hanya untuk mendengarkan ocehan yang barangkali useless buat kita. I know, sometimes orang memang butuh untuk didengar dan cukuplah kita menjadi seorang pendengar yang baik. Namun adakalanya, si pendengar memang benar2 sedang tidak bisa menjadi pendengar yang baik. Ketika si pendengar sudah mendengar dan mendapat inti dari apa yang dibicarakan oleh pembicara, biasanya saya sebagai pendengar akan men-stop dengan cara memotong pembicaraan untuk segera menyelesaikan pembicaraan. Tetapi justru disinilah masalah sebenarnya baru muncul, yaitu ketika si pendengar sudah meminta pengertian pembicara, dan pembicara tetap kekeuh tidak mau. Yasudah. Yang terjadi adalah perasaan kesal, dongkol, malas, bercampur baur menjadi satu di dalam benak si pendengar.

Untuk itu biasanya saya agak memaksakan juga kehendak saya untuk segera mengakhiri pembicaraan, karena memang benar2 sedang tidak bisa. Dan akhirnya mereka mau juga walaupun agak berat :(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s