Lebaran

Lebaran kali ini saya merasa seperti mendapatkan sebuah pencerahan baru dalam hidup saya. Paling tidak hari ini terasa berbeda dibanding hari biasanya. Puasa yang sudah saya lewati selama 30 hari mungkin terasa biasa saja, tetapi bagi saya, penutupnya inilah yang luar biasa. Tanggal 1 Syawal. Sudah dua lebaran ini pula ketika saya sungkeman ke orang tua, entah mengapa saya selalu menitikkan air mata, hingga akhirnya menangis sesegukan. Padahal sebelum saya bersimpuh, tak sedikitpun perasaan saya hendak menangis. Mungkin sudah terlalu banyak dosa saya kepada kedua orang tua saya, sehingga selalu saja air mata ini tak terbendung.

 

Yah memang lebaran adalah hari dimana kita semua merasakan kemenangan atas hati kita. Dengan bermaafanlah dengan sesama hati merasa ‘plong’, tidak ada dendam, tidak ada dosa. Sucikan hati di hari yang fitri ini.

3 Comments

  1. hi beng.. walau gue ga pake sungkeman2 kalo hari raya, tapi tetep aja akhir2 ini sering nangis kalo inget ortu.. mungkin karena seiring bertambahnya usia kita juga makin bisa ngerasain susahnya jadi orang dewasa.. apalagi jadi ortu ya.. dan mulai menyadari betapa beruntungnya kita punya ortu yang baik.. nah..dari situ deh mulai menyesali kesalahan.. berujung dengan airmata *tanpa buaya, pastinya :p*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s