Developer sekaligus DBA

Kill Trace Session on TOAD

 

Kadang menjadi developer ada enak dan ada tidak enaknya. Enaknya, kita bisa berimprovisasi mengenai project yang sedang kita kerjakan selama ini. Khususnya saya, sebagai developer yang mendevelop aplikasi FIF untuk Joint Finance, menjadi hal yang mengasyikkan berdiskusi dengan user membahas requirement yang diperlukan, berdiskusi dengan pihak bank, melempar wacana atau hanya sekedar memberi objektifitas ttg sesuatu atau sharing masukan untuk user. Tidak enaknya?? Nah ini dia yang masih berhubungan dengan judul diatas. Kadang kita harus bisa dan menguasai tidak hanya satu skill tertentu saja dalam bekerja, sama halnya dengan saya. Contohnya saya juga harus mengerjakan hal-hal operasional yang sebenarnya bukan merupakan tanggung jawab saya, bahkan hal-hal operasional ini memegang porsi yang lumayan lebih besar dibanding perkerjaan saya yang utama. Salah satunya menjadi DBA bagi user. DBA atau database administrator. DBA adalah seorang ‘penjaga gawang’ yang bertugas me-maintain seluruh database, tabel, record, resource, proses maupun skema yang digunakan dalam proses production maupun testing, dan tidak hanya itu saja, jika database menjadi lambat karena salah satu user menggunakan resource yang berlebih, maka tanggung jawab DBA juga untuk me-manage bagaimana caranya supaya proses berjalan normal kembali tanpa ada yang kelebihan beban. Buat saya, pekerjaan tersebut menyenangkan, karena lebih banyak santai dibanding kerjanya (kalau melihat teman saya yang DBA), tetapi mempunyai tanggung jawab yang besar pula jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Atau harus lembur sampai hari esoknya jika sedang closing.

 

Salah satu pekerjaan DBA yang kadang saya sambi adalah melihat proses yang dilakukan user. Sebenarnya ini hanyalah pekerjaan yang sepele, tapi mungkin bagi user yang ingin tahu apakah prosesnya masih berjalan apa tidak, maka mau tidak mau saya harus melakukanya. Kasus lain, ketika sedang testing pada mesin test, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menyesuaikan tabel dari production ke testing, termasuk recordnya yang jumlah tidak sedikit. Walaupun agak merepotkan (karena sebenarnya bukan tugas saya menyiapkan database testing hehe..), tapi ya mau gimana lagi? Kalo tidak segera saya kerjakan, project tidak akan selesai.

 

Kalau sudah begini, kadang pekerjaan utama saya menjadi agak terbengkalai karena terlalu banyak melakukan proses yang bersifat operasional dan diluar jobdesk saya. Akibatnya kadang project tidak sesuai target waktu yg diharapkan.

 

Untuk mengatasi hal tersebut saya biasanya menyediakan waktu khusus untuk lebih fokus mengerjakan project saya, yaitu pada saat jam masuk kantor, jam8.00 hingga jam10.30, saya akan memutuskan koneksi telepon saya dari line-nya. Sehingga ketika user telp ke meja saya, maka mereka mengira bahwa telepon tidak ada yang angkat atau saya sedang tidak dimeja. Hehehe..Sedikit licik tapi lumayan lah untuk mengurangi beban berat kerjaan utama saya. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s