Tips menelurkan ide

Beberapa waktu yang lalu saya mendengar sebuah tips menarik tentang bagaimana ide ditelurkan dari kepala kita dari sebuah radio swasta lokal, saya lupa nama dan frekwensinya, tapi saya cukup ingat dengan apa yang disampaikan. Karena memang isinya menarik dan cukup simple.

 

Penyiar yang membawakan tampaknya juga sangat paham sekali dengan topik tentang ide ini. Oke tidak perlu penjelasan yang panjang, langsung saja ada beberapa tips yang kebetulan di-share oleh penyiar radio tersebut yang masih segar diingatan saya.

 

  1. Luangkan waktu 1 hingga 2 jam dalam sehari untuk memikirkan sebuah atau beberapa ide dalam hidup anda.
  2. Siapkan perkakas (tools) untuk membantu menelurkan ide yang ada dikepala anda.
  3. Tuangkan gagasan yang ada dikepala anda melalui perkakas tersebut, biarkan saja masih berantakan tidak teratur, karena memang begitulah wujud asli dari ide, masih murni dan belum ada tambahan atau kontaminasi dari pikiran lainnya, biarkan saja apa adanya, masih corat coret.
  4. Rapikan ide atau gagasan anda tadi sehingga mengerucut membentuk suatu gagasan tersendiri yang harus dikerjakan
  5. Sinkronisasikan ide kita dengan ide-ide lain yang sebelumnya, atau bisa juga dengan ide orang lain sehingga membentuk sebuah ide yang terstruktur dan langsung dapat diimplementasikan

 

Mudah bukan? Hanya dengan lima langkah kita bisa menyusun ide kita secara lebih terstruktur. Untuk poin nomor 1, buat saya mungkin terlalu berlebihan mengkonsumsi waktu 1-2 jam sehari, cukup setengah jam saja. Karena yang penting bukan dari kuantitas, melainkan kualitas ide itu sendiri. Tetapi tidak menutup kemungkinan semakin banyak ide yang kita telurkan, artinya semakin produktif otak kita. Untuk nomor dua, kita bisa gunakan FreeMind atau software-software mindmap yang tersedia di internet atau mungkin cukup notepad  pada Windows atau bahkan cukup note kecil/kertas dan pulpen sebagai tools-nya. Untuk nomor 3, anda tidak perlu khawatir dengan betapa berantakannya corat coret pada kertas yang anda gunakan, karena sejatinya begitulah awalnya ide terbentuk, banyak dan sangat tidak beraturan. Untuk nomor 4, sedikit demi sedikit anda bisa membuat prioritas dari setiap ide yang anda gagaskan. Sedangkan untuk nomor 5, waktunya anda untuk meng-compare, dan menganalisa baik buruknya serta mengemas ide anda (dan orang lain mungkin) kesemuanya dalam suatu ide utuh yang terstruktur.

 

Beberapa anggapan orang adalah, bisa jadi ide yang muncul pertama adalah ide yang masih orisinal. Tetapi bisa juga ide yang muncul paling belakang adalah ide yang paling kreatif, karena merupakan hasil perbandingan beberapa alternatif terbaik dari semua ide yang sudah terpikirkan sebelumnya. Jadi yang perlu kita lakukan hanyalah berpikir-berpikir dan berpikir untuk suatu gagasan yang fresh from oven.

 

Apapun ide itu, tak perlu menunggu lama, anda bisa mulai dari sekarang untuk memikirkan ide tersebut bukan? :)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s