Dialog Setan dengan Malaikat

Pada suatu ketika malaikat bertanya kepada setan, “Wahai setan, manakah yang lebih kau sukai? Menggoda ahli ibadah tetapi bodoh ataukah orang berilmu tetapi bukan ahli ibadah??”. Dijawab setan, “Aku lebih menyukai menggoda ahli ibadah yang bodoh, karena mereka lebih mudah goyah imannya sebab ilmu mereka yg dangkal, baik ilmu agama maupun ilmu lainnya”.

Demikian salah satu cuplikan ceramah yang saya dengar dari uztad Subhi Al-Bughury pada suatu hari sehabis solat Dzuhur. Beliau menjelaskan bahwa orang berilmu akan lebih dapat menjaga dirinya dari segala perbuatan yang menjerumuskan diri kepada maksiat dibanding orang yang rajin beribadah tetapi dia tidak tahu esensi dari ibadahnya.

Secara langsung, saya jadi merasa tersindir. Karena apa? Karena selama ini ternyata pandangan saya salah. Bukan bermaksud sombong, tetapi kadang saya merasa melakukan banyak ibadah saja sudah cukup. Saya merasa bahwa dengan beribadah yang rajin akan menjauhkan diri kita dari pengaruh yang buruk. Mungkin ada benarnya, tetapi ternyata menurut pandangan orang lain bisa jadi beda, tetapi yang jelas yang paling benar adalah melakukan keduanya, rajin ibadah dan menuntut ilmu yang bermanfaat.

Ilmu yang bermanfaat disini bukan saja ilmu agama (ilmu agama sudah pasti nomor satu), melainkan juga ilmu yang dapat membantu kita lebih mendekatkan diri lagi keharibaan Allah Swt. Mungkin dapat saya beri contoh, karena kebetulan saya bekerja di lingkungan IT, ilmu IT itu sendiri contohnya. Dengan ilmu IT yang saya dapat dan saya pelajari selama ini mengantarkan saya mendapat pekerjaan, dari pekerjaan saya itu, saya mendapat penghasilan, dari penghasilan saya, saya bisa belikan makanan, atau mungkin zakat atau sedekah, minimal saya dapat lebih bersyukur kepada Allah Swt bahwa saya masih diberi kesempatan kerja dan menikmati rezeki yang diberikan Allah melalui ilmu IT yang saya miliki. Analoginya, ilmu apapun yang kita miliki seharusnya dapat mendekatkan diri kita kepada Sang Pemilik Ilmu.

Allah Swt juga berfirman akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu dan bertakwa. Atau hadist yang berbunyi tuntutlah ilmu dari dalam kandungan hingga liang lahat. Atau maksudnya menuntut ilmu dari sejak lahir hingga kita semua mati. Dan masih banyak lagi hadist lain yang mewajibkan kita sebagai seorang mukmin untuk menuntut ilmu.

Wallahu alam bishowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s