Emosi? Masih relevankah?

Tadi pagi saat saya berangkat bekerja, 2 kali saya melihat orang yang sedang emosi. Yang pertama, anak muda yang ingin belok tetapi tidak di-beri kesempatan oleh taksi. Lalu dengan aksi thrill nya pemuda tsb mengendarai RX Kingnya dengan sangat cepat dan menyalip saya dengan aksi thrillnya, disertai dengan suara bising motornya yang memekakkan telinga sambil memaki-maki pengemudi taksi ybs, ini terjadi di rel kereta ulujami bintaro.

Yang kedua pria berumur sekitar 35-an yang marah-marah kepada pengandara motor dibelakangnya, dan memaki-maki sambil bilang ‘Sini lo kalo mau mati..!!!’ sambil mengacungkan kepalannya ke udara, sedangkan yang bonceng dibelakangnya hanya diam membisu, tanpa bersikap meredakan. Ini terjadi sebelum saya memasuki jalan arteri dengan mengambil jalan pintas di samping

Saya yang saat itu berada dalam jarak 1 meter (saya sedang lewat) dengan orang-orang ini hanya bisa bergumam. Hmm bagaimana bangsa ini mau maju, lha wong mentalnya aja pada memble seperti ini. Mudah sekali disulut emosinya. Ataukah mereka memang tidak mengerti arti hikmah dibalik bulan yang penuh barokah ini? Ingat bos, bulan puasa nih, baru hari pertama! Plis dong ah, jangan mengotori kesucian bulan ini dengan kata-kata kotor kalian dan sifat kekanak-kanakan disertai emosi yang ngga terkontrol seperti itu.

Semoga Allah Azza Wa Jalla mengampuni dosa mereka dan menyadarkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s