Kawan-kawan yang saya banggakan

K: “Bang, mampir yuk ke resto gue. Ada Ireng Maulana nih…jarang-jarang kan kita nonton Jazz sambil makan…” (Aji, di Lembaga Keprofesian)

B: “Wah boljug tuch….kapan kesana?”

K:“Bang, doain gue yach…mudah-mudahan proyek gue lolos nih…gue ambil tanah di Bekasi…sekarang lagi nego…” (Ricky, komisaris Jasa Wisata Nusantara)

B: “Mantep lo, masih muda udah jadi bos tanah hehe…”

K:“Alhamdulillah gue dapet S2 dari kampus kita, mudah-mudahan deh bang, gue bisa nyenengin bonyk gue..”; (Mukti, baru lulus S1, mendapat kehormatan beasiswa S2 dari DIKTI)

B:”Wah hebat lo, selamat yaa..gue kapan nyusul ya? Hehe…

K:”Bang, main dong ke studio gue..kalo ngeband gratis deh…”

B:”Wah asik, kapan lo ada disana?”

K: Kawan saya

B: Saya

Itulah sekelumit ungkapan beberapa kawan saya yang telah mendahului saya. Mendahului disini dalam artian bahwa, mereka sudah selangkah lebih depan dari saya. Walaupun beberapa dari mereka masih ada yang kuliah, tetapi penghasilan mereka jauh diatas saya yang karyawan biasa dan jam terbang mereka juga sudah dibilang lumayan tinggi. Walaupun status mereka masih kuliah. Ada juga yang sudah lulus dan melanjutkan S2. Tetapi rata-rata mereka adalah seorang yang mempunyai jiwa bisnis, walaupun backgroundnya adalah IT. Mereka ngga muluk-muluk amat sih, seperti kerja di perusahaan telco, oil atau berskala internasional, tetapi itulah yang menjadi daya tarik bagi saya. Dengan segala kesederhanaan mereka, tetapi bisa membuat iri saya.

Menanggapi itu semua saya hanya bisa tersenyum dan mendoakan supaya mereka bisa lebih baik dan berkembang di ‘kehidupan barunya’. Kadang istilah, think out of the box, adalah istilah yang pas dengan jiwa mereka. Tetapi bagaimanapun saya tetap masih bersyukur bahwa saya masih bisa bekerja dengan baik di perusahaan tempat saya bekerja sekarang dan tidak ada masalah dengan pekerjaan saya saat ini, bukankah orang bekerja lebih dihargai dibanding yg tidak bekerja. Bukan berarti juga bahwa seolah-olah saya sudah bangga dan puas atas pencapaian saya saat ini, justru masih jauh dari itu. Tetapi setidaknya saya selalu berusaha untuk bersyukur atas apa yg telah saya dapat. Agar selalu bisa merasa rendah diri.

Kalau menengok lagi kebelakang, masa dimana kami semua masih kuliah bareng, bolos bareng, cwawa’an bareng, ngga lulus kuliah bareng dan lain sebagainya ingin sekali kembali ke masa itu, tetapi ya itu tadi, saat ini mungkin mereka sudah mempunyai dunianya sendiri-sendiri. Dan dari merekalah kadang saya bisa termotivasi, tersenyum, tertawa dan menagis..

Sekali lagi, mereka adalah kawan-kawan saya yang sangat saya banggakan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s