Hampir Ditilang

Kejadian ini saya alami sewaktu pulang kantor hari selasa (07/08/2007) kemarin. Saking capeknya bekerja hampir seharian saya jadi lebih sering bengong di jalan saat mengendarai motor, saya pulang dari kantor jam 20.30 an dari Sunter. Sewaktu melewati Sudirman menuju Kebayoran Lama, saya melewati patung Ganepo yang notabene banyak polisi berjaga disitu, karna memang ada pos polisi di dekat patung tersebut. Biasanya kalau saya melihat polisi, hati selalu berdesir, karena takut ada pemeriksaaan SIM. Hahaha…intinya saya benar-benar ngga punya SIM C yang nekat mengendarai motor, rumah – kantor atau Bintaro – Sunter, habis mau apalagi, satu-satunya kendaraan yang paling pas dengan kantong hanyalah motor. Dibandingkan naik bis yang PP saja sudah 20ribu sendiri. Bisa-bisa uang gaji sudah habis hanya untuk membiayai bis. hehe…belum lagi lamanya dari kantor ke rumah bisa sampai 3 jam sendiri untuk diperjalanan, saya pernah mengalaminya, maka dari itu motorlah pilihan yang paling tepat untuk orang seperti saya yang suka penghematan. Hidup ngirit!!

 

Kembali ke topik…

 

Saat saya sudah melewati lampu merah, dengan PDnya saya sen kanan, hendak belok ke arah senayan, tapi apa yg terjadi, banyak sekali mobil menuju ke arah Al-Azhar ngebutnya, mentang-mentang sudah lampu hijau, sehingga cukup kesulitan juga bagi saya untuk belok ke arah kanan. Apalagi saya belum ngeh bahwa banyak polisi berjaga di dekat pos polisi itu. Karna saking sulitnya saya belok kanan, akhirnya saya putuskan untuk lurus saja ke arah Al-Azhar. Tetapi Ups…apa yang terjadi, ternyata saya salah masuk jalur, seharusnya saya masuk jalur lambat, khusus untuk bus dan motor, tetapi oalahh…saya masuk jalur cepat. Dan seketika itu juga polisi di pos polisi melihat saya dan lamgsung membunyikan peluit kepada saya. Saking paniknya, karna tidak mau berhungan dengan polisi, saya buru-buru pacu motor saya masuk jalur cepat kemudian menikung di jalur lambat, dalam hati saya cuma berharap, seandainya polisi itu mengejar saya, matilah saya, ke kantor bermodal nekat saja.

 

Tetapi alhamdulillah ternyata polisi tersebut tidak mengejar saya, bersyukur karna jika saya tertangkap dan ditilang minimal saya punya 2 kesalahan, pertama tidak punya SIM C dan kedua masuk jalur cepat hehe…

 

Ini pelajaran buat kita semua, khususnya buat saya. Agar jangan sekali-kali meniru hal yang saya lakukan. Karena apa yang saya lakukan tadi benar-benar bukan tindakan yang benar, baik secara hukum maupun secara kewarganegaraan. Seharusnya ketika di priitt, sebagai warga negara yang baik, motor kita hentikan dan bertanggung jawab atas perbuatan kita. Tetapi sekali lagi saya bukan orang yang cukup berani untuk berurusan dengan polisi, karna banyaknya cerita-cerita buruk dari orang lain jika berurusan dengan polisi.

 

Akhir kata, saya hanya bisa berucap syukur Alhamdulillah ngga dikejar polisi dan selamat sampai dirumah dengan tidak kurang sesuatu apapun dan berharap kejadian seperti malam rabu itu tidak terulang lagi. Caranya? yaa..jangan bengong pada saat naik kendaraan :) Pak polisi, maafkan saya ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s