Skip to content

Mengenal suku bunga floating rate

November 5, 2008
tags:

Setelah lama nggak ngeblog, akhirnya saya kembali lagi. Kali ini topiknya agak sedikit melenceng. Sebenernya sih nggak melenceng juga, tapi karna setiap hari saya berhubungan dengan bank, maka sedikit demi sedikit saya paham sistem yang di terapkan di bank. Pengetahuan saya nggak seberapa sih dibandingkan rekan2 di bank yang mengerti lebih dalam. Tapi mudah2an bermanfaat bagi teman2 yg sekedar ingin tahu.

So, let’s begin.

Latar Belakang

Krisis ekonomi global (sebenernya nggak global sih, hanya negara2 adidaya saja) yang terjadi belakangan ini ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di banyak negara, salah satunya negara berkembang seperti Indonesia. Pada sektor perbankan, hal tersebut mempengaruhi bank2 yang ada di Indonesia. Terutama bank swasta yang juga bergerak pada pembiayaan kendaraan bermotor kepada konsumennya. Pada beberapa bank, kebijakan pemerintah yang berlaku belakangan ini akibat krisis ekonomi global menyebabkan tingkat suku bunga akan selalu berubah, sifatnya fluktuatif. Bisa naik, bisa turun. Hal inilah yang menyebabkan beberapa bank swasta mengakali pembiayaan mereka kepada konsumen dengan menerapkan floating rate. Umumnya bank akan memberlakukan pola fix rate untuk setiap transaksi yang berlaku.

Apa sih?

Sejauh yang saya tahu, selama ini ada 2 jenis rate(bunga) yang berlaku pada pembiayaan multifinancing, yaitu fix rate(suku bunga tetap) dan floating rate(suku bunga mengambang/berubah-ubah). Fix rate adalah suku bunga yang nilainya tetap selama masa pembiayaan(term of payment), sesuai dengan kesepakatan/agreement yang telah diatur/disetujui sebelumnya. Sedangkan floating rate adalah suku bunga yang tidak terikat pada lamanya masa pembiayaan. Atau kebalikan Fix rate.

Fix rate biasanya digunakan untuk pembiayaan jangka pendek, seperti motor atau (mungkin) mobil. Sedangkan floating rate biasanya digunakan untuk pembiayaan long term, seperti KPR. Secara profit, lebih menguntungkan fix rate, bagi kedua belah pihak, karena besaran yang di terima tetap setiap bulannya, berbeda dengan floating rate yang selalu berubah, bisa jadi dalam sebulan bisa dua hingga lima kali perubahan suku bunga. Besarannya bisa lebih kecil atau lebih besar dibanding rate sebelumnya. Ibarat karyawan, lebih menguntungkan mana? mempunyai penghasilan tetap perbulan atau penghasilan yang berubah2? mungkin masih relatif, buat yang sudah berkeluarga, berpenghasilan tetap lebih menguntungkan dibanding yang masih lajang. Ya kira2 begitulah bedanya fix rate dan floating rate.

Kapan diberlakukannya?

Floating rate akan digunakan bank manakala bank tidak dapat memastikan besarnya margin yang akan diperoleh jika belum ada ketetapan berapa tingkat suku bunga yang dikeluarkan BI, sehingga mengakibatkan bank harus melakukan penyesuaian terhadap SBI yang dikeluarkan pemerintah. Maaf jika bahasa yang saya gunakan agak berbelit, analoginya jika ada pengusaha tempe yang akan menjual tempenya ke pasaran, minimal dia harus tahu dulu berapa harga kedele di pasaran, sehingga dia bisa mengambil margin keuntungan yang diperoleh dari penjualan tempenya. Jika dalam setahun harga kedele adalah tetap, let say, 5000 rupiah per kilo, maka besarnya margin dapat dia kalkulasi dari awal tahun sesuai besaran harga kedele perkilo tsb. Sehingga bisa dikatakan dia menggunakan pola fix(tetap). Namun jika harga kacang kedele, bulan Januari 5000 rupiah per kilo, sedangkan pada bulan Februari menjadi 6000 rupiah dan pada bulan November harganya anjlok menjadi 2000 rupiah, maka dia harus mengganti harganya setiap bulan sesuai dengan besarnya perubahan harga kacang kedele yg dijual di pasaran. Pola ini disebut floating atau mengambang.

Aplikasinya di pembiayaan?

Jika pada saat debitur pertama melakukan pinjaman, berlaku bunga sebesar A% pada tanggal 01/03/2008. Maka jadwal angsuran yang terbentuk mengikuti pola fix rate terlebih dahulu, yaitu jadwal angsuran akan dihitung split pokok bunganya berdasarkan interest effective rate yang berlaku, yaitu A%.

Jika tanggal jatuh tempo konsumen adalah bulan berikutnya, yang berarti 01/04/2008 dan terjadi perubahan suku bunga pada bank ybs, misal bank M, let say, perubahan suku bunga pada tanggal 12/03/2008 sebesar B%, berarti nilai split pokok bunga pertama dihitung dari tanggal 01 hingga 12 menggunakan rate A% sedangkan tanggal 13 hingga 30 sudah berlaku bunga yg baru rekalkulasi ulang dari sisa outstanding split pokok bunga yang pertama dan faktor pengalinya menggunakan rate yg baru yaitu B%. Hasil akhirnya adalah hasil perhitungan split pokok bunga kedua rate tersebut lalu dijumlahkan, jadilah jadwal angsuran baru yang merupakan hasill perhitungan sebelumnya dan begitu seterusnya secara rekursif dilakukan amortisasi (jika konsumen bayar) sesuai dengan rate yg berubah per N hari. N sifatnya tentative, bisa kapan saja.

Jadi pada akhirnya, nilai angsuran ke bank per bulannya bisa saja berubah, tergatung dari nilai outstanding principal dikurangi bunga untuk mendapat nilai principal.

Cukup ribet bukan? ah tidak juga….hehe..!#$%^&^%

Di session berikutnya kita akan buat simulasinya.

Di session ini demikian dulu penjelasan singkatnya, mudah2an tidak pusing, karena saya sendiri pada awalnya juga pusing hehe..Oh iya, penjelasan diatas, sifatnya subjektif dari kacamata saya sebagai seorang karyawan perusahaan leasing bagian IT. Jika ada pembaca yg kebetulan lebih memahami dan mengerti, atau kebetulan orang perbankan serta memahami konsep yang berlaku di dunia perbankan. mohon masukkannya dan koreksinya.

Daftar kata:

Pokok = Principal

Bunga = Rate = Suku bunga

Outstanding = sisa pembayaran

Amortisasi = pengurangan nilai aktiva tak berwujud secara bertahap dalamjangka waktu tertentu atau bisa juga disebut pembayaran angsuran

Tetap = Fix

Mengambang atau tidak tetap = Floating

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Amortisasi

http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_bunga

http://en.wikipedia.org/wiki/Interest

Dan dari berbagai sumber

About these ads
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: