Skip to content

Hati hati penipuan jual beli rumah

Juli 21, 2008

Kejadian ini dialami oleh kakak pacar saya sekitar 2bulan yang lalu. Beliau, sebut saja mas Teddy, berniat menjual rumahnya di daerah Srengseng. Karena ingin lebih banyak menjaring pembeli, maka beliau memasang iklan penjualan rumahnya di beberapa media pengiklanan, seperti internet, harian Pos Kota dan Kompas.

Tidak berapa lama setelah iklan di pasang, beberapa calon pembeli rumah mulai menelpon dan menanyakan macam2 tentang rumah yang akan di jual kakak pacar saya. Hingga ada satu calon pembeli yang kedengarannya ramah, karena menghubungi kakak pacar saya dengan bahasa yang santun dan terlihat sopan sekali (walaupun belum pernah bertemu, karena komunikasi selama ini hanya dilakukan melalui telepon).

Duduk persoalannya adalah ketika calon pembeli tersebut (yang notabene penipu) itu menghubungi kakak pacar saya beberapa kali, sehingga seolah-olah dia sudah melihat rumah yang akan dibeli dan berhasil meyakinkan sekali kakak pacar saya bahwa dia benar2 akan membeli rumah tersebut.

Kali pertama telepon, si penipu tersebut menanyakan macam2 tentang rumah, bagaimana kondisinya, sudah dimiliki berapa lama, apakah ada surat tanah, PBB dsb. Kali kedua, si penipu tersebut meyakinkan bahwa dia sudah pernah berkunjung dan melihat kondisi rumah tersebut, karena rumah tersebut tidak ada yg jaga dan kebetulan lokasinya berada di luar kota Jakarta jadi calon pembeli hanya bisa melihat dari luar saja. Penipu tersebut berkata seolah2 memang benar2 pernah melihat rumah tersebut dengan menyebutkan ciri2 fisik rumah, misal: ‘Pagar rumah bapak warna putih kan?’, ‘Temboknya warna krem kan pak? Yang ada tanaman sokanya di depan rumah’, ‘Gentengnya warna abu2, terasnya agak luas’ dsb. Hingga akhirnya mas Teddy, benar2 percaya bahwa penipu itu benar2 akan membeli rumah tersebut.

Hingga akhirnya setelah deal2 harga OK dilakukan kedua belah pihak, maka transaksipun terjadi. Disinilah sebenarnya hal yang paling penting dari semua percakapan yang telah terjadi sebelumnya. Dan saya ingatkan sebelumnya, jangan pernah anda melakukan transaksi melalui ATM maupun hanya lewat telepon, sekalipun anda benar2 sudah percaya dengan orang yang belum anda pernah lihat sebelumnya, usahakan transaksi dilakukan secara tunai atau kalaupun amount yang akan di transfer dalam jumlah besar, usahakan untuk selalu bertemu muka atau minimal anada mengenal tipikal orang tersebut, kalau perlu ada pihak ketiga dari anda yang mengetahui jalannya transaksi, minimal yang mengerti dan pernah melakukan transaksi jual beli dalam jumlah yang besar amountnya.

Oke kita lanjut, si penipu bilang kepada mas Teddy bahwa dia akan mentransfer sejumlah uang yang di minta mas Teddy seharga rumah yang dijual dengan harga yang sudah di sepakati sebelumnya. Penipu tersebut bilang bahwa kira2 sore uangnya sudah tertransfer, sehingga mas Teddy bisa langsung mengeceknya. Tetapi tidak sampai sore, penelpon tersebut menelpon bahwa uangnya sudah di transfer dari rekening si penipu ke rekening mas Teddy. Sore harinya, mas Teddy mengecek, ternyata masih kosong, belum ada penambahan uang di rekeningnya. Lalu mas Teddy, telepon balik ke si penipu tersebut. Dengan gayanya yg sok ramah dan terkesan bersahabat, penipu itu bilang bahwa: ‘Oh maaf pak, mungkin sedang ada masalah di BCA nya, padahal saya tadi sudah transfer. Oke akan saya hubungi pihak BCA nya pak, agar saya bisa langsung mengadukan masalah ini’. Transaksi dilakukan melalui ATM BCA.

Selang beberapa menit, orang tersebut menghubungi mas Teddy kembali, tetapi kali ini dia sepertinya sedang terhubung dengan (ngakunya) pihak BCA, bagian Customer Servicenya. Percakapan berjalan antara 3 orang, yaitu mas Teddy, si penipu dan (orang yang ngaku2) pihak BCA. Setelah itu dengan gaya bahasanya yang meyakinkan si pihak BCA ini memandu mas Teddy untuk mengoperasikan mesin ATM BCA terdekat.

Dan hingga akhirnya setelah beberapa langkah pengecekan dilakukan mas Teddy berdasarkan panduan si pihak BCA, ada satu tombol yang tinggal sekali di pencet oleh mas Teddy (entah tombol apa), yang pasti ada wanita di belakang mas Teddy yang kebetulan melihat mas Teddy akan memencet tombol tersebut, dan dengan sigap dan reflek, wanita tersebut berteriak dan bilang seper berapa detik sebelum mas Teddy memencet tombol itu, karena telunjuknya sudah menyentuh tombol yg dimaksud: ‘PAK JANGAN PENCET TOMBOL ITU!!!!’. Tetapi karena mas Teddy sudah terlanjur percaya dengan orang yang menelpon nya, apalagi dipandu langsung dari pihak BCA, maka iapun tak peduli dan memang waktunya sangat mendesak, karena yang antri banyak dan lagi tidak ada waktu untuk berpikir panjang. Akhirnya..

BLASS…..

Ditekanlah tombol itu.

‘Terimakasih pak, uangnya sudah tertransfer dari rekening pak A (si penipu itu) ke rekening bapak. Silahkan di cek beberapa menit lagi’.

‘Pak tombol itu berbahaya, itu akan mentransfer seluruh rekening bapak ke nomor rekening tujuan’, kata wanita di belakang mas Teddy tadi.

Segera setelah itu mas Teddy mengecek informasi saldo rekeningnya. Dan tahukah anda apa yg terjadi? Yap betul, seluruh rekening mas Teddy amblas, hanya tersisa 10.000 rupiah. Lemaslah mas Teddy setelah melihat sisa rekening di tabungannya.

Segera mas Teddy menghubungi kembali si pak penipu yang mau membeli rumah, tetapi apa lacur, nomor yang dihubungi tidak diangkat2. Setiap jam di telepon, tetapi sepertinya nomornya sudah di non aktifkan. Semakin hampa saja harapan mas Teddy untuk mendapatkan uangnya kembali. Pulang kerumah, setelah bercerita apa yg dialami, ternyata kakak mas Teddy, yang merupakan kakak pacar saya, mas Tony,  juga pernah mengalami hal seperti itu, tetapi dulu ia menyiapkan rekening kosong untuk menerima uang dari calon pembeli, tapi memang ternyata yang mau beli adalah penipu juga, karena kejadiannya sama persis seperti yang dialami oleh mas Teddy.

Kasian mas Teddy sekarang, padahal itu adalah seluruh tabungan yang di kumpulkan selama ini untuk kehidupan hari tuanya, dan anak2nya, istrinya hanya bisa mengelus dada dan terus istigfar atas apa yang dialami mas Teddy.

Dari kejadian ini ada beberapa poin yang menjadi concern saya:
1. Jangan pernah hanya punya satu tabungan, jadi selalu ada backup tabungan anda jika sewaktu2 terjadi hal2 yang tidak diinginkan
2. Usahakan kenali calon pembeli anda terlebih dahulu sebelum transaksi terjadi, bertemu muka atau minimal anda bisa mendapatkan kopian KTPnya, apalagi berhubungan dengan penjualan yang harganya diatas 1 juta-an (karena menurut saya angka satu juta juga sudah lumayan besar)
3. Jangan pernah percaya dengan orang yang menelpon anda yg ngakunya dari bank. Pastikan yang menelpon anda benar2 dari bank dan menanyakan tau nomor kita dari mana.
4. Waspadai jenis2 penipuan jaman sekarang dan selalu update akan informasi terbaru tentang penipuan jaman sekarang, entah itu hipnotis, atau memanfaatkan ketidaktahuan kita sebagai orang awam(seperti yang terjadi pada mas Teddy ini), atau mungkin memanfaatkan kelengahan kita pada saat kita tidak sadar.

Itulah salah satu pengalaman yang pernah saya dengar.  Selalu waspadalah terhadap orang baru yang anda kenal apalagi untuk transaksi.

(last update 22/07/2008)

Artikel berikut masih ada hubungannya dengan pengalaman kakak pacar saya:

PENIPUAN DI ATM

Peristiwa ini menimpa saya Hari Minggu yang lalu di salah satu ATM
Mandiri (sebut saja ATM1). Semoga tidak terulang pada pembaca.

Kejadian ini berawal ketika saya mau menarik uang di ATM Mandiri.
Seperti kadang-kadang terjadi setelah saya masukkan kartu ATM, layar ATM
menyatakan bahwa …..out of service atau ….maaf sementara tidak dapat
melayani. Tentu saja saya langsung tekan tombol Cancel untuk membatalkan
transaksi. Namun ternyata kartu ATM tidak kunjung keluar walaupun saya
ulangi berkali kali dan saya tunggu.

Di saat saya berharap kartu ATM segera keluar, tiba-tiba ada seseorang
laki-laki (sebut saja Mr X) yang membuka pintu ATM dan tindakan kurang
etis ini tentu agak mengejutkan saya. Orang tersebut yang tampil dengan
sikap dan wajah innocent (tanpa dosa) dan dengan cukup santai bertanya:
Bisa Pak? Kartu saya tadi tertelan pak! Karena merasa senasib, sikap
saya berubah dari curiga menjadi welcome. Setelah saya amati, ternyata
kartu saya tampak sedikit (kurang lebih satu millimeter) di bibir lobang
kartu ATM dan saya berusaha dengan menyelipkan dua kartu tipis untuk
menjepit kartu tersebut agar dapat saya keluarkan. Usaha saya itu
mendapat respon yang bersahabat dari Mr X dan segera pula ia membantu
saya untuk menjepit dengan kertas yang saya gunakan tetapi kartu ATM
saya juga tidak berhasil dikeluarkan.

Usaha berikutnya dilakukan oleh Mr X dengan menelpon “Bank” (katanya
saya telpon bank saja pak, 14000 ya? tanyanya dan tidak saya jawab
karena saya konsentrasi dengan usaha saya untuk mengeluarkan kartu ATM).
Setelah dia menceritakan apa yang telah terjadi dan salah satu
ungkapannya di telepon “kartu saya terganjal oleh bapak setelah saya
pak!”. Mr X segera menyerahkan HPnya karena pihak “Bank” mau bicara
dengan saya. Pihak “Bank”
setelah menanyakan beberapa data seperti nama, tanggal lahir, nama ibu
kandung segera menuntun saya agar dapat mengeluarkan kartu ATM saya dan
tentu saja saya turuti.

Tekan tombol di bawah angka 9; tekan tombol di bawah angka 7; tekan pin
bapak; tekan ENTER. Keluar tidak pak? Tanyanya. Tidak, jawab saya. Ok
pak saya akan bantu sekali lagi mengeluarkan kartu bapak. Ikuti petunjuk
saya tekan tombol di bawah angka 9; tekan tombol di bawah angka 7; tekan
pin bapak (pelan-pelan pak) dan saya sempat berpikir mengapa harus
pelan?; tekan ENTER. Singkatnya saya menekan PIN saya sampai sekitar
tiga kali yang disaksikan oleh Mr. X. Saya tidak sampai hati meminta Mr
X keluar dari ruang ATM karena ia telah meminjami HP dan “menolong
saya”. Adegan ini berarkhir ketika pihak “Bank” tidak berhasil membantu
saya dengan
mengatakan: Ok pak, karena kartu bapak tidak bisa keluar, KARTU BAPAK
SAYA BLOKIR SAJA DAN SAAT INI KARTU BAPAK SUDAH TIDAK BERFUNGSI. Besuk
bapak segera ke Bank Mandiri setempat untuk minta terbitkan kartu baru.
Karena merasa aman, saya segera tinggalkan ruang ATM dengan mengucapkan
terima kasih kepada Mr. X setelah anak saya segera keluar dari mobil,
menyusul ke ruang ATM menanyakan apa yang terjadi (kata saya: kartu
sudah diblokir, kita pindah ATM lain saja nak).

Untungnya saya tidak menaruh semua telor saya dalam satu keranjang.
Masih ada keranjang lain tidak peduli ukurannya. Segera saya menuju ATM
(sebut saja ATM2) yang lain karena saya sudah ditunggu di salah satu
toko untuk suatu transaksi. Sebelum saya (bersama isteri dan anak saya)
masuk ke ATM2 tiba-tiba SMS banking masuk dan menyatakan rekening saya
terdebet Rp 1.500.000,-. Ketika itu saya baru sadar (menurut saya bukan
karena hipnotis, tetapi logis) bahwa MR X TADI TERNYATA PENIPU dan pihak
“Bank”
yang bicara dengan saya adalah anggota sindikatnya.

Segera saya menuju ATM1 dengan melanggar lampu merah di perempatan jalan
sambil menghampiri Polantas setempat. Sampai di tempat kejadian, tentu
saja pelaku sudah kabur dan selama saya menuju kembali ke ATM1, rekening
saya selalu terdebet hampir setiap setengah menit Rp 1,5 juta dan
berkali-kali. Saya berusaha keras untuk memblokir via 14000 tetapi
selalu dijawab oleh mesin penjawab dan setelah sekian lama saya baru
bisa bicara dengan operator untuk melakukan pemblokiran. Apa boleh buat
saat pemblokiran saldo tinggal tersisa Rp 82 ribu.

Setelah dihubungi oleh pihak kepolisian, tidak lama berselang petugas
ATM Bank Mandiri datang dan membongkar mesin ATM. Ternyata di dalam
ruang kartu masuk telah diselipkan SEBATANG KOREK API yang telah
dipotong “pentolan” nya. Kata petuga bank: Inilah pak yang membuat kartu
bapak tidak bisa masuk….kejadian ini sudah sekitar satu tahun tapi
pelakunya belum juga tertangkap.. .. Dia (Mr X) bisa mengeluarkan kartu
bapak dengan tang/penjepit kecil…..Minggu lalu juga kejadian.

Begitu memasuki hari kerja saya laporkan ke Bank Mandiri dan petugas
Customer Service menyatakan kasus ini baru pak (wah rupanya pihak bank
ketinggalan juga, red) setelah dicek transaksi penarikan (oleh Mr X cs)
tiga kali Rp1,5jt; 1xRp500rb; dan karena maksimum penarikan per hari
Rp5jt, sisanya dihabiskan untuk belanja kilat (mungkin di toko emas)
tentu dengan memalsukan tanda tangan saya. Maaf pembaca, total
kehilangan tidak perlu saya beberkan semua, yang jelas tinggal Rp82rb
alias habis dalam waktu transaksi 17 menit.
KESIMPULAN:

1. Sindikat penipu memilih ATM yang terpencil, bukan yang di kantor bank
dan/ atau yang ada security-nya.
2. Mereka memilih hari libur agar nasabah tidak dapat menghubungi bank
setempat.

TIP AGAR HAL SERUPA TIDAK TERULANG PADA PEMBACA:

1. Gunakan ATM yang ada Bank-nya atau yang dekat security, hindari ATM
terpencil walaupun di ATM terpencil kita tidak perlu antre.
2. Jika kartu macet dan tidak bisa keluar dengan usaha sendiri,
tinggalkan saja karena orang lain tidak bisa menggunakan tanpa
mengetahui PIN-nya dan segera lapor ke bank setempat (tentu pada hari
kerja).
3. Pada saat pembaca panik karena jadwal padat, ditunggu dalam waktu
singkat, sehingga secara emosional tidak stabil, mungkin juga sedang
berantem sebaiknya hindari transaksi menggunakan ATM karena daya analisa
menurun dan sangat memungkinkan terjadi kesalahan.
4. (Walau yang keempat ini tidak terkait dengan sub judul di atas)
rekening yang ber kartu ATM batasi jumlahnya. Yang lain simpan saja di
rekening tanpa kartu ATM dan jika terlanjur diberikan kartu ATM,
kembalikan saja ke bank dan bertransaksilah via kasir.

Mohon maaf jika pembaca tersita waktunya untuk membaca ulasan peristiwa
ini terutama bagi yang telah mendengar peristiwa serupa sebelumnya. Jika
kurang bermanfaat bagi pembaca, berikan (forward) info ini kepada rekan
yang lain, siapa tahu mereka membutuhkan. Terima kasih.

Jika suatu saat info ini sampai kepada Mr. X yang telah menipu saya,
saya berpesan carilah uang dengan cara lain karena melalui jerih payah,
hasil akan lebih bisa dinikmati. Anda berkualitas dalam mendapatkan uang
cepat, namun kualitas hendaknya memenuhi 5 indikator keseimbangan yaitu
QCDSM (Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale). Anda baik dari sisi
Quality (cerdik); anda baik dari sisi Cost (dengan biaya rendah, hanya
sebatang korek api); anda baik dari sisi Delivery (dapat uang dalam
waktu cepat); tapi dari sisi Safety (anda aman….tapi hanya sementara
lho); dan dari sisi Morale (sayang angkanya cuma nol) karena melanggar
norma.

31 Komentar leave one →
  1. Juli 27, 2008 8:16 am

    bner2… kudu ati2 kita saat jual maupun beli rumah!!!! lagi marak penipuan!!

  2. Juli 28, 2008 12:19 pm

    serem amat beng ceritanya.. -_-‘
    mesti tambah waspada nih..

  3. Juli 28, 2008 3:36 pm

    iyah emang sekarang macem2 cara orang nyari uang. jadi mesti lebih aware sama hal2 yg spt ini..

  4. Agustus 12, 2008 4:56 am

    Pengalaman yang menarik. Dan pastinya penting sekali buat mereka yang benar-benar ingin jual beli rumah.

  5. Agustus 22, 2008 2:47 pm

    kalo itu rekening isinya tabungan seumur hidup saya, maka saya akan ke BCA check pemilik rekening + alamatnya+copy KTPnya. masalhnya nyedot transfer sampe abis gitu kan ngga wajar pasti dinilai pihak Bank??, saya kira bisa. lalu lapor polisi, yah spekulasi juga dgn keluar duit ngurusin ini itu. tapi,… it’s better than nothing!!

  6. justme permalink
    September 6, 2009 4:14 am

    tadi baru aja ada yang telp mau bli rumahku trus agak mencurigakan.
    cuma ini penipu gak modal banget, sms gw trus minta ditelp. gwa telp lah…dan ternyata dia agak2 mengobral omong kosong. mau lgsg transfer 50 jt untuk dp.
    dan bla…bla………bla………….. minta no rek. rencana gwa kasih no rek kosong. dan istriku bilang jangan… akhirnya dia telp dan bercuap2 minta no rekening. istriku bantah dan gak mau kasih no rek. pengen ktemuan aja di notaris trus kalo mau transfer yah nanti setelah di notaris. akhirnya dia takut dan gak jadi bli rumahnya.
    just for awareness rekan2. no telp orang yg nipunya: 081210777780. ngakunya namanya lin sugiharto SE, kerja di BI.

  7. ridwan permalink
    November 23, 2009 5:45 am

    Tapi memang kita musti waspada, kalau ada yg nawar2 barang yg kita iklankan dan langsung sipembeli menjadikan dan langsung ngasih DP ya..kudu curiga aja, bulan yang lalu saya mau menjual rumah dan saya iklankan di korang setelah beberapa hari ada yang ngaku namanya muslimin dan langsung nawar trus singkatnya jadi ok dengan harga yg saya tawarkan, dia bilang nanti sore akan saya tranfer uang nya ( DP 50% ), setelah sore hari dia telp lagi dan bilang uang sudah di tranfer, tapi saat itu saya langsung replek ” lo kenapa kalau udah di tranfer kok SMS bank king saya tidak bunyi ? ” jawab si penipu ” oh mungking ada gangguan di mesin ATM nya, nanti saya telp. lagi saya mau coba hub ke bank nya katanya “, lalu sebelum di tutup saya bilang ” gini aja pak selagi SMS banking saya tidak berbunyi saya anggap bpk belum tranfer, dan kalau pun sudah saya minta bukti tranfernya di fak kan ke kantor saya”, lalu sipenipu bilang baik pak nanti bukti tranfernya saya fak kan….sampai kisah ini di tulis bapak yg mengaku mau beli rumah tdk ada telp balik lagi kesaya, jadi dari kisah saya itu kita bisa mengambil nilai positipnya saja, kalau ada yg ngaku ngaku sudah tranfer bilang aja tolong kirimkan bukti tranfernya….kalau bisa no fak office kita biar gampang kita ngeceknya….

    terimakasih

    ~
    setuju pak, selama belum ada bukti uang masuk, jgn pernah kita percaya dulu. untuk meminimalisir hal2 yg tidak kita inginkan.
    terimkasih atas informasinya pak :D

  8. pUNGKY permalink
    Desember 26, 2009 12:38 pm

    Saya punya pengalaman yg sama masalah penipuan jual beli rumah. Si pembeli modusnya mengaku sudah pernah liat rumah yg dimaksud atau istrinya bener2 suka dan sudah pernah melihatnya. Biasasnya si penipu langsung deal dengan harga yg ditawarkan, atau pura2 bernego tapi ujung2nya setuju dan siap memberikan DP yg cukup besar.
    Inilah nama yg dipakai si penipu dan no hp nya :
    1. Surya, mengaku pejabat tinggi dari Subang no hp : 081237069075, modusnya dia menyuruh kita menutup iklan yg kita buat karena rumah yg kita jual sudah laku dibeli oleh si bajingan ini
    2. Ilham, mengaku pengusaha dari surabaya no hp : 081382831777, modusnya si bajingan ini mengaku istrinya sudah melihat rumah kita dan suka. Si bajingan langsung akan memberikan DP pada hari itu juga, dan kita disuruh ngecek. Sampe botak juga ga akan ada transferan dari si bajingan, kita nanti ditanya saldo, no rekening, dan dipandu sama org yg ngakunya dari petugas bank yg bersangkutan.

    Saya setuju, kalo mau transaksi jual beli rumah ama yg bener2 serius uda pernah ketemu sama kita, dan jangan transaksi lewat ATM. Transaksi keuangan mending dilakukan di depan notaris secara cash.

    Hati2 jgn cepet percaya kalo ada org yg bener2 minat rumah yg pengen kita jual, bikin langkah2 transaksi yg aman!

    ~
    yups setuju dengan mas pungky, bagaimanapun caranya, penggunaan transaksi yg aman, akan melindungi kita jg sebagai penjual, pun jg sebagai pembeli(jika posisi kita sbg pembeli). Alangkah baiknya menjaga jarak pada saat awal sebelum transaksi untuk menghidndari hal2 yg tidak diinginkan.

    terimakasih atas informasinya mas Pungky.

  9. wap permalink
    Februari 11, 2010 1:49 pm

    Betul Pak..
    Barusan saya juga dapet modus operandi serupa. Dan akhirnya, nomer si penipu tersebut hilang ditelan neraka :)..Untungnya saya ngeceknya pake internet banking dan si penipu itu minta ngeceknya pake atm, pikir saya apa bedanya.. kalo mau transfer, ya transfer aja..

    Regard

    • Februari 17, 2010 12:51 am

      tetap waspada..waspada dan waspada pak..karena memang modusnya semakin bervariasi. terimakasih informasinya :D

  10. April 14, 2010 3:05 am

    terima kasih atas informasinya.
    sya juga pernah mengalami sperti itu, saya jualan bibit tanaman, dan ada yang nawar daro jakarta, dia sangat ramah sekali, memberi salam, santun lah tiap kata, dan dia gak banyak nawar, mungkin ini cirinya, karena aku dengar dari teman2 lain, biasanya orang jarang nawar.

    semoga teman-teman lain bisa lebih hati2.

    regard,
    samsul

  11. Agustus 11, 2010 2:06 pm

    SAYA BARU SAJA HAMPIR DITIPU OLEH ORANG YANG MAU BELI RUKO SAYA, NGAKUNYA ISTRINYA SEORANG DOKTER DI RS.HUSADA,DAN MAU BUKA KLINIK DIA NGAKUNYA BERNAMA DR.NASUTION PERTAMA TELP PAKAI NO.085210326695 DIA BILANG RUKONYA JGN DIKUAL KEORANG LAIN DIA SUDAH DEAL DENGAN HARGA YG DITAWARKAN, DIA AKAN TRANSFER DP NYA LEWAT BCA, DIA MINTA NO.REK BCA SAYA KEMUDIAN SORE HARI DIA BILANG TLG DIBERITAHU KL SUDAH DITERIMA. SAYA TDK BERITAHU KE DIA,KRN DP NYA BELUM MASUK, KEMUDIAN DIA TELP LAGI PAKAI NO.081382831777 INGIN MEYAKINKAN BAHWA DIA SDH TRS DAN KITA DITANYA APAKAH CEKNYA DI ATM? ATM MANA? SALDO KITA SEBELUMYA BERAPA? SAYA BILANG KALAU MASUK SAYA PASTI TAHU, ORANG SALDO SAYA SEBELUMNYA 0 (TDK ADA SALDONYA) OH BEGITU KT DIA,DIA BILANG OK NANTI DIA HUB LAGI, SAMPAI SKR DIA TDK HUB LAGI. HAMPIR SAJA SAYA KETIPU.UNTUNG SAYA TDK DI ATM PADA WAKTU DIA TELP DAN JUGA SAYA BILANG SALDO SAYA 0 (TDK ADA SALDO) ITU YANG BUAT DIA MALAS TIPU SAYA.

  12. adi raharjo permalink
    Agustus 12, 2010 7:54 am

    Waduh, terimakasih informasinya.

    Kejadian serupa baru saja terjadi, Baru saja ngiklan jual tanah langsung ada yang telpon memakai no NO.081382831777, sudah deal harga dan akan transfer DP nya, norek sudah disms. Tetapi beruntung sy menemukan blog ini sehingga tau nomor tsb adalah penipu. Sehingga tidak akan ditindaklanjuti dan lebih waspada.

    terimakasih

  13. November 1, 2010 5:50 am

    baru saja saya dapat sms dari nomer tersebut 08138283177. karena sebelumnya saya beriklan menjual tanah dan bangunan. yach saya cek dulu nomer tersebut ternyata banyak sekali yang mendapat sms serupa. hati-hati teman dengan nomer ini

  14. November 1, 2010 5:53 am

    saya mendapat penipuan juga dengan mengaku bernama Jusman Syafei, dan beberapa Minggu yang lalu dengan nomer sama mengaku bernama Djohan
    ini nomer penipu yang lain WASAPADA
    0813828317
    083898984475

  15. jendri permalink
    Desember 23, 2010 4:35 am

    Saya nyaris kena tipu ngaku bernama Ibu FERA 083898328069 ngaku punya suami bernama HERLAMBANG LUBIS 081237069075 Modus TIPU pura2 igin membeli rumah

  16. Desember 28, 2010 6:38 am

    Wah pak bener … kacau

  17. Januari 17, 2011 1:20 am

    terima kasih atas info2 tentang penipuan pembelian rumah.

    pantesan, saya belum mendapatkan tamu yang datang ke rumah
    tapi dia ngomong sudah datang ke rumah, dan meminta saya untuk nego dengan suaminya, dari kelima nomor yang sms, semua bahasanya sama, yaitu minta saya meghubungi suaminya, inilah kelima nomor tersebut, supaya saudara-saudara lebih berhati-hati :

    – suami Gunawan 083139042415 – istri Endang 081222854932

    – suami H. Ismail 081218534154 – istri Hj. Ernawati 083873226012

    – suami H. Ridwan 081218533715 – istri 083873226983

    – suami Sigit Purwanto 081282555599 – istri 083897864395

    – suami Sutomo 081218533730 – istri 083897757943

    Mohon kepada anda semua para penjual rumah, maupun makelar property manapun, harap berhati-hati dengan nomor-nomor diatas, saya yakin semua nomor itu adalah penipu, karena dari kelima nomor tersebut BAHASANYA SAMA yaitu :

    “SAYA IBU SUTOMO, SAYA YANG MENENGOK RUMAH ANDA BEBERAPA WAKTU LALU DAN SAYA MERASA COCOK, UNTUK NEGO HARGA SILAKAN HUBUNGI NOMOR TELP ISTRI SAYA ATAS NAMA …..[NAMA2 DIATAS] DI NOMOR INI ..[NOMOR DIATAS]…

    WASPADALAH ——– WASPADALAH ——– WASPADALAH

  18. April 19, 2011 5:30 am

    penipu GOBLOK mau nipu aku ngg kena kena malahan aku hina dasar penipu KOPLAK DAN DUNGU aku bisa membunuh mu PARA PENIPU jika aku ADA WAKTU SENGGANG
    ingat itu !! kalau ngg punya UANG NGEMIS LAH DI PINGGIR JEMBATAN atau NGERAMPOKLAH KALAU MEMANG JANTAN DASAR PENIPU BENCONG
    nmer Nya para penipu yg masuk pada Q antara LAIN TOP NEWS PENIPU BENCONG
    085343610222 083177588516 082141529419 031 3531946 08129675534 081210510117 08128395992 081398123334 081282555599 081210511553 081283633977 083139042415 081398751115 081226618204 081218523691 081281177679 08128839171 085218103959 081218534254 081222854932 081210777780 085214048887 087774440291 081210458737 081281975789 081218534154 0312880000 081283125477 081218844557 083139045017 081283660047 081284429444 081944716336 081283576117 KALAU NOMER AXIS SUDAH SERING DAPAT DAN BISA DI UPDATE ONLINE NMER NYA PARA PENIPU TERSEBUT ! DAN AKU INGATKAN BAGI PARA PENIPU APALAGI YG SERING NELP AKU BILLAHI AKU BUNUH JIKA AKU UDAH MURKA DAN KETEMU KAMU INGAT ITU PENIPU KACANGAN AKU TAU KAMU DAN LOKASI MU BESERTA KERABAT MU IDENTITAS MU UDAH AKU PEGANG DAN MASUK KATEGORI KU DLM DAFTAR KELOMPOK YG WAJIB DI BUNUH !! INGAT ITU PENIPU !! GOBLOK DAN BEGOK BANGET JADI ORANG

  19. Juni 27, 2011 2:14 pm

    saya barusan tertipu jg dengan yang no hp 081283576117 atas nama H., BAHARUDIN modusnya sama nih dia ktnya dah transfer tapi duitnya gak sampe lgsg dia tlp cust service bca . nah berhubung saldo saya cuman 8000 dia suruh cari no rek yang lain
    hahha PENIPUNYA MADESU DAPET yang mau di tipu orang yang saldonya cuman 8000 rupiah hahahah
    alhamdullilah terima kasih atas semua infonya disini
    ati2 ya smuanya terima kash

  20. Agustus 12, 2011 5:51 am

    HATI – HATI DENGAN NO HP INI…….!!!!!!!!!

    PENIPU….!!!!

    082120797899

  21. Agustus 12, 2011 5:58 am

    Hati-hati dengan penipuan yang bunyi kalimatnya seperti ini :

    “ASS, SY IBU VIRA SDH SEMPAT MELIHAT LOKASI RUMAH BPK/IBU, KAMI SUDAH MERASA COCOK U/ NEGO SILAHKAN HUB. SUAMI SY BPK. H. UMAR HADI HP. 081215348507. MKSH, WSS ….”

    Kepada seluruh masyarakat kami himbau agar berwaspadalah…..waspadalah…..

  22. budi permalink
    Februari 18, 2012 2:35 pm

    Utk Tips yg Jitu masalah diatas :
    1. Jika ada telp masuk di hp Anda yg tdk dikenal dlm masalah jual property, jgn diangkat, lalu simpan no itu dgn nama yg bisa memwarning kesadaran Anda, misalnya nama WASPADALAH..! dan dikasih tandah seru. Tujuannya klu si calon penipu itu menelpon kembali, Anda akan membaca nama di phone book Anda “WASPADALAH” sehinggal hal itu kesadaran Anda akan terjaga. layani dengan waspada.
    2. Jika calon PENIPU itu sdh menyinggung-nyinggung maslah ATM apalagi sdh transfer, Anda jgn kaget, bilang saja “Maaf saya gak punya ATM, klu bpk(penipu) sdh transfer besok akan sy cek ke bank”.
    perlu diperhatikan..!
    Waspadalah penipuan terhadap obyek property, Hadiah sangat marak di masyarakat,sedangkan aparat susah mendeteksi maupun melacaknya, disamping gak ada anggaran operasionalnya juga ketegasan hukum juga gak ada. Anda harus bersabar hidup di negara kita ini. Krn org2 jahil subur, sedangkan org baik2 lebur.

  23. mantan penipu permalink
    Maret 31, 2012 8:12 am

    Hati-hati penipuan beli tanah oleh oknum bernama DANI ANWAR, SE Hp.081284429444

    Modus Operandi:
    1. Saya pasang iklan baris di internet untuk jual tanah
    2. Beberapa hari kemudian ada penipu SMS: “MAAF, SY IBU SRI LESTARI SDH SEMPAT MELIHAT LOKASI RUMAH BPK/IBU, KAMI SUDAH MERASA COCOK U/ NEGO SILAHKAN HUB. SUAMI SY BPK. DANI ANWAR, SE Hp.081284429444.
    3. Saya coba telepon sang penipu, dengan gaya bahasa santun dan ramah dia menanyakan detail tanah yg dijual dan tawar menawar harga. (dari pembicaraan terkesan orang yg supel, komunikatif, dan pembeli serius. Ketika mengobrol, dia menanyakan apa pekerjaan kita, hubungan dgn penjual tanah)
    4. Keesokan harinya dia menghubungi no hape lagi dan mengatakan akan mentransfer uang sejumlah 26 juta sbg DP jam 1 siang. Krn si penipu terdengar meyakinkan, maka saya SMS no rekening Bank yang diminta. (kecurigaan pertama, kenapa ada pembeli yg segampang itu percaya transfer padahal belum ketemu langsung dgn kita??)
    5. Ketika waktu yg dinanti-nanti datang, dia menelpon lagi dan bilang “saya sudah transfer uangnya 26 juta, silahkan dicek pak” Karena saya pakai SMS Banking, jadinya saya tambah curiga kenapa tidak ada kabar dana masuk lewat SMS. Si penipu masih bersikukuh “mungkin ada gangguan di Bank XXX pak”, lalu dia menyuruh ke ATM terdekat. Karena saya penasaran, segeralah saya cek di ATM. Ternyata saldo tetap sama. Ketika ditelepon lagi, dia menanyakan posisi saya dimana. Kemudian si penipu berlagak berbincang dgn pegawai BRI di telepon. Kebetulan krn hape saya low bat jadi terpaksa saya putus. Beberapa saat kemudian si penipu menelpon lagi. Untung saya cek di internet, ternyata banyak kasus serupa yg pake nama DANI ANWAR, SE Hp.081284429444. Setelah yakin itu modus penipuan, jadi saya tidak mengangkat teleponnya lagi.

    Mudah-mudahan si penipu dapat balasan setimpal.

  24. Ika permalink
    April 4, 2012 12:05 pm

    sereeeemm… mesti hati2 nihhh…!!!!

  25. fransiska permalink
    Juli 9, 2012 4:45 am

    aduuuh gimana donk, saya barusan ditelpon nomor 081282555599 a/n pak bambang, saya sudah terlanjur kasih nomor rek. saya…trus sy penasaran googling soal penipuan2 begini…tolong donk saya musti gimana :(
    saya sih belum sempet transfer dll

  26. nurmawati43@ymail.com permalink
    Agustus 14, 2012 7:02 am

    Modus Penipuan Jual-Beli Apartemen
    Gan, Gua mau cerita kejadian yang menimpa teman Gua. Waktu yang lalu mau beli Apartemen di Taman Rasuna, Mau rencana beli 2 atau 3 kamar lalu Dia diajak sama beberapa Broker di sana untuk melihat unit, setelah melihat beberapa unit Gan, Teman Gua ada yang tertarik dan mau beli unit, lalu si Brokernya minta tanda DP langsung. Sama teman Gua diberi uang 10 Jeti… tak berselang lama Dia mau melunasi unit, ehhhh sama si Broker tersebut yang katanya Kantornya di Unit Apartemen dibilang kalau Unitnya nya gak jadi dijual dengan 1001 macam alas an yang gak logissss… buat temen temen harus hati-hati Gan dengan modus jual beli apartemen… ternyata setelah Temen Gua kecewa dia curhat dengan orang lain yang ditemui di sana, banyak yang bilang kalau Broker disana pada resek-resek mencari keuntungan sebesar-besarnya serta ka gak jujur dan banyak yang memark up harga alias menipu…. Hati-hati bener Gan kalau mau beli unit lewat mereka yang Agan-agan gak kenal reputasinya. Supaya pengalaman teman Gua ndak sampai kejadian sama temen-temen..

  27. mizan permalink
    Desember 5, 2012 3:37 am

    alhamdulilah….terimakasih informasinya gan.hampir saja sy kena tipu.hmmmmmmmm

  28. dm4s permalink
    Februari 27, 2013 1:23 am

    Saya sering juga disms dengan kata2 spt yang disampaikan Agan Cah Agus. Kebetulan saya juga sering pasang iklan di bekas.com,tokobagus dan berniaga. Tapi sejauh ini saya tidak pernah menanggapi.

  29. April 3, 2013 7:23 am

    Hati2 dengan modus penipuan DP rumah. Penjual rumah mengiklankan rumahnya dan saat mendapatkan pembeli. Ia mengaku kalau surat2nya lengkap lalu mengambil uang DP korban. Ternyata setelah DP diterima, baru diketahui kalau ternyata rumah tsb tidak memiliki dan tidak bisa dibuatkan IMB. Akhirnya, DP hangus dan tidak dikembalikan kepada pembeli.

  30. Oktober 2, 2013 3:51 pm

    tulisanya bermanfa’at…makasih Gan…
    mari lestarikan rumah kayu,rumah adat,joglo,gazebo dan villa kayu…tap ingat tebang tanam yah :)
    ijin promosi Gan… http://www.ramasingkawang.web.id jasa pembuat rumah kayu,villa kayu,joglo,rumah geladak,gazebo,gazebo kelapa dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: