Skip to content

Nasihat Pernikahan

Januari 7, 2008

Untuk yang sudah pernah menikah, mungkin yang saya tulis kali ini agak basi. Jadi sebelumnya saya mau minta maaf, izinkan saya yang masih belum pernah merasakan nikmatnya menikah ini ikut membayangkan (karena memang belum merasakan) nikmatnya nasihat pernikahan. Postingan ini sekaligus menjawab mengapa saya coret planning 2008 saya nomor 4.

Nah, sabtu lalu adalah hari dimana kawan saya yang bernama Tita menjadi seorang istri bagi suaminya, namanya Mas Irfan. Tentunya adalah hari yang paling menyenangkan bagi mereka berdua.

Biasanya dari pernikahan teman-teman saya, ada satu yang tidak pernah saya lewatkan untuk ikut mendengarkan adalah nasihat pernikahan untuk mereka yang sedang menikah saat itu. Entah itu terjadi pada saat siraman, akad nikah, atau pun pada saat pengajian.

Hari itu, Sabtu 5 Januari 2008, adalah saat dimana keduanya mengikat janji setia. Setelah akad terjadi dan pernikahan dinyatakan sah, biasanya uztad akan ‘menceramahi’ mereka berdua, apa yang akan terjadi pada rumah tangga mereka, bagaimana seharusnya sikap seorang istri terhadap suami dan sebaliknya, bagaimana seharusnya mereka dapat hidup rukun dan damai hingga akhir hayat, bagaimana seharusnya mereka menjadi orang yang menyenangkan bagi pasangannya dll.

Dari semua yang disampaikan oleh pak Uztad, ada satu yang hingga sekarang tidak akan pernah  dapat saya lupakan. Adalah kata-kata bahwa, wanita diciptakan dari tulang rusuk pria, Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Sehingga apabila keduanya dihubungkan, maka akan terjadilah satu kesatuan yang tidak dapat dilepaskan. Maksudnya, ketika dua hati saling mengikat janji, pada saat itulah dua anak manusia yang belum bersatu (dalam Islam, jika kita menikah, berarti kita telah melengkapi seluruhnya iman kita) saling melengkapi kekurangan masing-masing. Waw, sungguh luar biasa sebenarnya ajaran Islam ini, mengandung banyak filosofi yang dapat kita ambil hikmahnya.

Walaupun sebetulnya bagi saya, kalimat pak uztad ini tergolong ‘berat’, tapi entah mengapa sepertinya kok bisa masuk ke dalam logika saya.  Bahwa manusia memang diciptakan untuk selalu berpasang2an, layaknya semua ciptaan Tuhan dimuka bumi ini selalu berpasang-pasangan. Jadi seandainya ada wanita atau pria yang belum menemukan jodohnya, IMO, itu memang karena doi belum berusaha dan belum dipertemukan oleh yang Maha Memiliki. Untuk itu saya jadi teringat ada doa indah yang saya dapat dari websitenya kang Dudung, berikut petikannya:

Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….

Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin… Ya Rabbal ‘AlaminPertama kali saya baca ini, rasa-rasanya kok hati ini serasa adem ayem ya? Entah itu mungkin karena saya yakin bahwa hidup saya sebenarnya sudah ada yang mengatur atau mungkin rasanya segala sesuatu harusnya kita pasrahkan saja pada Ilahi. Jadi tidak perlu khawatir akan apa yang terjadi nantinya, jalani saja, jauhi larangan-Nya dan lakukan perintah-Nya. Simpel kan?

to be continue..

About these ads
One Comment leave one →
  1. Februari 2, 2008 11:13 pm

    Tapi, boss…
    Didunia ini jumlah perempuwan lebih banyak daripada laki-laki.
    Betool begetoo ???

    Jadi, untuk mengakomodasi kelebihan jumlah perempuwan, sayah boleh
    Poligami donk….

    ***kabourr….Dilempar dompet sama mbak-mbak….***

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: